Ilusi Bunuh Diri

Ada burung gagak yang menguntiti dari belakang, berat tuk menoleh aku hanya tertunduk; membayangkan asa yang kian rapuh. Lalu aku sibuk merobeki kenangan, ku buang saja seperti burung gagak menarik tanganku dan terjatuh ke tanah.

Aku melangkah mundur, tak tahu cara untuk terus maju. Saat ku coba untuk maju, banyak serpihan kaca hingga menusuk ke daging. Kini, kepedihan saat menginjak bumi sudah tak terasa lagi, aku hanya ingin melayang menyusuri ranting-ranting yang penuh ranjau dengan setetes darah yang sudah tergores di dedaunan.

Rembulan kini menutup sirna, kemana aku harus berpijak?

Marcha fúnebre – Chopin:

-GADISTRIHS-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s