terpaksa melupakan

Rautan wajahnya tak ingin teringat lagi

Benci yang telah tertanam, tak pudar pada bayangnya

Menjauh dari serangan kepiluan

Merasa sanggup tapi tidak

Bunuh saja otak ini perlahan

Lebih baik tarik rindu ini, agar kau bisa merasakannya

Itu tidak mudah, belum tentu kau sanggup.

Aku tidak mau egois, aku berikan juga kesulitan ini kepadamu

Adilkah? Mari merasakan ini bersama

Tapi, yang tersisa hanyalah kesunyian.

 

-GADISTRIHS-

Ilusi Bunuh Diri

Ada burung gagak yang menguntiti dari belakang, berat tuk menoleh aku hanya tertunduk; membayangkan asa yang kian rapuh. Lalu aku sibuk merobeki kenangan, ku buang saja seperti burung gagak menarik tanganku dan terjatuh ke tanah.

Aku melangkah mundur, tak tahu cara untuk terus maju. Saat ku coba untuk maju, banyak serpihan kaca hingga menusuk ke daging. Kini, kepedihan saat menginjak bumi sudah tak terasa lagi, aku hanya ingin melayang menyusuri ranting-ranting yang penuh ranjau dengan setetes darah yang sudah tergores di dedaunan.

Rembulan kini menutup sirna, kemana aku harus berpijak?

Marcha fúnebre – Chopin:

-GADISTRIHS-