menyuram

awan menghitam lalu menoleh ke atas seperti suasana hati yang semakin gelap tapi menoleh ke belakang.

pohon yang kokoh diterpa angin kencang menimbulkan guguran daun seperti badan bergetar untuk menahan rasa sakit agar tidak terjatuh dan menimbulkan banyak serpihan asa.

rintikan hujan dikit demi sedikit kian membesar lalu reda lagi tetapi rintikannya banyak walaupun hanya kecil seperti mengingatkan suatu hal dengan menutup mata tiba-tiba tetes demi tetesan air mata turun dan sedu sedan.

kayu yang menumpuk disambut oleh api yang semakin besar setelah itu hampir menjadi abu dan menumpuk lagi kayu semakin banyak pula hingga timbul api dan asapnya pun menyebar seperti pikiran yang selalu datang hingga memanas dan bergejolak.

bagaimana kalau itu terjadi dengan sesuatu yang lebih indah? mungkin belum jadi cerita jika awalnya akan indah. karena hidup ini suatu pembentukan dalam diri kita dengan siklus masing-masing yang diperoleh.

 

-GADISTRIHS, Januari 2016-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s