Menikmati akhir pekan

Aku benci berada diantara orang-orang yang bahagia. Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata-kata mereka tidak mengatakan apa-apa. Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik-baik saja. Mereka berpesta dan membunuh anak kecil dalam diri mereka. 

Aku senang berada diantara orang-orang yang patah hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya. Mereka tahu apa yang mereka cari.

M. Aan Mansyur

Advertisements

I miss you

  • “Karena merindu adalah seperti beramal. Tak usah mengharap ada balasan atau tidak. Kalaupun ada balasan, tidak usah dipikirkan seberapa besarnya. Seperti kita beramal, cukup merindu saja pada seseorang karena tidak sulit. Kita hanya tinggal cukup rindukan saja orang tersebut. Tidak usah berharap dirindukan kembali karena dia yang dirindukan berhak menentukan pilihannya apakah akan membalas rindu yang kita rasa atau tidak.” -wisnu jahad- hahahaha sebel yaaa

Agustus, 2015

menyuram

awan menghitam lalu menoleh ke atas seperti suasana hati yang semakin gelap tapi menoleh ke belakang.

pohon yang kokoh diterpa angin kencang menimbulkan guguran daun seperti badan bergetar untuk menahan rasa sakit agar tidak terjatuh dan menimbulkan banyak serpihan asa.

rintikan hujan dikit demi sedikit kian membesar lalu reda lagi tetapi rintikannya banyak walaupun hanya kecil seperti mengingatkan suatu hal dengan menutup mata tiba-tiba tetes demi tetesan air mata turun dan sedu sedan.

kayu yang menumpuk disambut oleh api yang semakin besar setelah itu hampir menjadi abu dan menumpuk lagi kayu semakin banyak pula hingga timbul api dan asapnya pun menyebar seperti pikiran yang selalu datang hingga memanas dan bergejolak.

bagaimana kalau itu terjadi dengan sesuatu yang lebih indah? mungkin belum jadi cerita jika awalnya akan indah. karena hidup ini suatu pembentukan dalam diri kita dengan siklus masing-masing yang diperoleh.

 

-GADISTRIHS, Januari 2016-