untitled (unfinished story)

di pagi hari yang tenang dengan kicauan burung tepatnya kicau itu sangat jelas di telingaku. suara angin yang sangat kencang sehingga pohon bergerak dan memuntahkan daun-daun yang sudah rapuh.

ya, hanya rumah pohon lah dimana tempat aku sembunyi untuk menyendiri.
masa kecilku tidak begitu baik walaupun di dalam rumah yang sangat mewah dengan cat berwarna coklat keabu-abuan dan di halaman rumah begitu banyak bunga anggrek, tapi aku lebih nyaman berada di rumah pohon.

saat aku mengunjungi rumah lama ku, rumah pohon itu sudah rapuh dan di halaman rumah banyak rumput liar. seperti rumah hantu. tidak ada kicauan burung lagi dan sangat sunyi sekali. sudah lebih dari 6 tahun rumah itu belum ada penghuninya.

*****

sekarang aku tinggal di apartment mewah dan luas bersama seorang pria bernama James yang berdarah tiongkok dan netherlands, dia lebih tua 7 tahun dari ku, dia seorang pengusaha yang sangat kaya, usahanya ada dimana-dimana bahkan ada di Alabama, Los Angeles, dan Dubai. ayahnya mewariskan perusahaan yang entah apa namanya dan aku tidak peduli.
sudah hampir setahun kita tinggal bersama, tetapi aku selalu sendiri di apartment itu.
aku benar-benar tidak mencintai dia, aku hanya memanfaatkan harta dia. dia selalu memberikan yang aku inginkan. tanpa dia hidupku tidak ada apa-apanya dan aku bahagia dengan hidupku yang sekarang. apa yang aku inginkan pasti terpenuhi. aku tidak bisa hidup sederhana. harta yang berlimpah sudah menguasai di dalam diriku.
mungkin dari kecil orangtuaku sudah memberikan segalanya, tapi keluarga kami tidak harmonis.

*****

usia kehamilanku sudah 4 bulan tanpa seorang ayah. James meninggalkanku.
dia hanya menikmati tubuhku saja. dia pergi jauh dan hanya memberikan apartment, mobil dan uang yang sangat banyak. aku baru mengetahuinya bahwa dia adalah seorang duda. dia memiliki 3 mantan isteri. hubungan dengan ketiga mantan isterinya tidak cukup baik. dan dia sudah memiliki 1 anak, entah itu dari mantan isterinya yang ke berapa.
James bilang kalau dia sangat mencintaiku dan aku juga bilang kepadanya. tapi itu tidak sungguh-sungguh yang aku ucapkan. semuanya palsu. bagaimana bisa aku bisa bercinta dengan orang yang tidak aku cintai selama hidupku.

aku teringat kejadian rumah pohon, aku selalu disana dan sendiri jika orangtuaku bertengkar hebat. ya seperti layaknya di apartment ini, aku hanya sendiri disini.
semakin lama aku disini sendiri semakin saja aku membutuhkan kakakku. Tommy adalah kakak yang sangat baik, pintar dan selalu melindungiku.

semenjak perceraian orangtuaku, kami tinggal hanya bertiga. dengan mama dan Tommy. papa ku memilih untuk pergi dan tinggal di tempat yang lain. perceraian itu berlangsung pada saat aku berumur 13 tahun dan Tommy baru lulus sekolah dan melanjutkannya di perguruan tinggi. mamaku tetap menjalankan usaha sepatu dan berlian yang sudah berjalan 20 tahun.
tetapi lama kelamaan kondisi di rumah masih tetap tidak harmonis. mamaku selalu membawa seorang pria. dia pemabuk dan penggaguran tapi kenapa mama sangat mencintainya.. dia adalah mantan pacar mama ku, aku hanya diam dan jarang sekali komunikasi dengan mamaku. dia tidak peduli dengan aku.

semua keadaan semakin kacau dan menjadi berpengaruh dalam hidupku. Tommy yang dulu selalu menjagaku, yang setia mendengarkan curahanku tapi kemana dia. dia jarang pulang ke rumah dan dia selalu pulang pagi dengan keadaan teler. mama sangat mengacuhkannya. kuliahnya mulai berantakan dan terancam drop out. dia sama sekali tidak cerita apa yang sebenarnya.
suatu ketika aku sangat marah padanya, karena aku merasa diasingkan dan saat itu aku sedang berulangtahun yang ke 16 tahun. Tommy hanya memberikan aku sebuah kekecewaan. dia meminta maaf, tapi aku tidak memaafkannya.

siang menjelang sore, Tommy tidak keluar dari kamarnya. aku curiga, aku takut. lalu aku masuk ke kamarnya yang sangat berantakan dan musiknya sangat sekarang.
aku melihat Tommy tergeletak di karpet, kupikir dia sengaja tidur disitu, saat aku menghampirinya ada busa keluar dari mulutnya, mata yang terbuka setengah dan sudah tidak bernafas lagi. aku teriak histeris. dia meninggal di umur 22 tahun karena over dosis dan tepat dipelukanku. aku menyesal tidak memaafkannya. tanganku bergetar. aku menangis tiada henti. aku mencium keningnya. berharap dia kembali lagi. hanya Tommy yang aku sayang. aku benci sekali dengan orangtuaku!

*****

dengan mengingat semua itu aku hanya bisa menangis dan memegang perutku. aku sudah sangat merasa kesepian di apartment ini. aku butuh seseorang yang bisa menerima aku dengan keadaan seperti ini.
semenjak Tommy meninggal, aku dan mama pindah rumah. mama akhirnya menikah dengan mantan pacarnya, dia jadi ayah tiri ku. tapi aku gak betah berada di rumah yang baru dengan ke hadiran orang lain yang sangat aku benci. aku memutuskan pergi dari rumah saat aku berumur 19 tahun. lalu aku bertemu James, dulu dia adalah seniorku. dia menyukaiku karena dia melihat penampilanku yang sangat cantik hingga tinggal bersama, dan sekarang dia meninggalkanku. tapi aku cukup lega dengan kepergian dia.
dan membuat aku terasa aneh bahwa papa sudah menikah dengan perempuan yang umurnya 22 tahun diatasku 1 tahun. dunia ini benar-benar sudah gila!

*****

TO BE CONTINUED

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s