My First Diary is You

duh! sudah pukul 2.16 aku masih belum bisa tidur! iya sudah 4 hari ini aku gak bisa tidur. biasanya aku tidur jam 22.00..

entah kenapa aku tiba-tiba membuka laci di kamarku ternyata di laci ada album foto, dan aku melihat ada album foto masa kecilku waktu bareng sama teman-teman. jadinya sekarang aku mau ngubek masa lalu dulu nih, masa lalu yang menyenangkan dan itu kejadiannya 14 tahun yang lalu. yaaa, waktu itu aku masih duduk di bangku SD. aku melihat foto dengan teman kecilku sedang liburan, di sekolah, saat ulangtahunku.
masa kecil aku benar-benar menyenangkan! dan aku punya geng juga. kemana ya ke lima teman ku yang lainnya.. semoga mereka baik-baik saja!

jadi ingat, kalau aku ulang tahun pasti dirayain. yang aku ingat hal paling berkesan pada kelas 4 SD saat aku berjalan ke kelas dengan pakai seragam muslim dan tas betty boop di hari jumat.
saat aku masuk kelas mereka langsung nyanyi dan di blackboard ada tulisan “HAPPY BIRTHDAY FOR OUR BESTFRIEND!” walaupun sederhana tapi sangat berkesan sekali, mereka sangat antusias. dan aku pasti selalu ingat sama moment itu.
lalu aku merayakannya di rumah, teman-teman pada datang semuanya dan kasih kado.

*****

hmm… aku lihat di laci ada buku diary. aku jadi ingat waktu ku ulang tahun ada kado yang menurut aku spesial sekali.
dia kasih buku diary barbie dan warna pink. aku senang sekali temanku kasih diary barbie, dan itu pertama kalinya aku punya diary.
waktu kecil aku suka sekali sama barbie. aku banyak koleksi barbie. karena aku suka memainkan barbie dengan dialogku sendiri, dan itu sangat menarik. hingga aku dewasa koleksi barbie ku masih ada dan di simpan. aku gak mau buang atau kasih barbie ku ke yang lain, ya itu sejarah ku pada masa kecil.

*****

diary itu dikasih sama sahabatku..
dia bisa di bilang laki-laki terganteng di kelas ku dengan kulit putih, ada lesung pipi, bibir tipis, hidung mancung, aku suka dengan mata dia yang penuh kesedihan, tapi senyuman dengan bibir tipisnya itu membuat banyak yang menyukai dia.

aku kenal dia semenjak kita pertama sekolah tepatnya dia duduk di depan dan 6 tahun kita sekelas. tak bisa dipungkiri kedekatan kita karena kita selalu pergi dan pulang bareng dengan menggunakan sepeda kumbang dan dia menggunakan sepeda BMX. rumah aku sama dia hanya beda 2 blok. orangtua kita sudah saling kenal dan sangat akrab sekali.
dia sering main ke rumahku, aku pun sebaliknya. diantara dengan teman-teman yang lain aku sangat dekat dengan dia. bahkan kita pun pernah main barbie dan masak-masakan, seolah-olahnya dia menjadi koki. setiap aku main ke rumahnya aku main sama anjing golden nya yang bernama Flo.
hal itu sangat paling menyenangkan main setiap hari sama dia. walaupun aku punya geng juga. teman-temanku selalu iri dengan kedekatan ku dengan dia, dan ternyata salah satu temanku menyukai dia. aku gak nyangka itu bisa terjadi dan temanku berusaha merenggangkan pertemanan aku dengan dia. tapi itu tidak berjalan lama. mungkin karena masih kecil, pikiran kita belum sejauh orang dewasa. malahnya, kita selalu diejek kalau kita itu cocok. aku senang mendengarnya.

tapi, setiap aku main dengan dia, aku memikirkan hal yang aneh. apakah ketika dewasa, dia masih sahabatku? atau sampai lulus SD dia selalu di sampingku? kedengarannya sedih, tapi itu akan jadi kenyataan.. apakah dia akan masih bertahan hidup? iya, dia menderita sakit paru-paru basah dan lemah jantung. untuk umur dia yang masih sangat muda dan belum menginjak masa remajanya sudah sakit separah ini. tapi dia tidak pernah mengeluh dan dia menunjukkan kalo dia baik-baik saja. aku gak pernah menangis kalau dia sakit. aku cukup menghiburnya dan dia senang kalau disampingku. tapi aku hanya panik kalau penyakit dia kambuh lagi. dia jarang sekali masuk sekolah. aku tidak pernah melewatkan untuk menjenguk dia.

semenjak lulus, kita melanjutkan ke SMP. kita beda sekolah, dan aku sudah jarang bertemu dia. tidak sesering dulu. kita punya kehidupan berbeda. tapi waktu kelas 2 SMP dia main kerumahku tanpa bilang sebelumnya, aku senang sekali kita bisa ketemu lagi. tapi semenjak itu, dia belum kembali lagi sampai aku kelas 1 SMA. walaupun rumah kita hanya 2 blok, kita gak pernah ketemu. aku khawatir dengan penyakitnya.

seminggu aku berada di SMA, saat aku sedang di sekolah siang hari dan kebetulan pulangnya sore. tiba-tiba ada telepon dari nomer yang tidak aku ketahui dan tidak kontaknya. seorang wanita bicara padaku dengan suara pelan dan menanyai kabarku. ternyata dia ibunya sahabatku. dia memberitahukan bahwa dia kecelakaan.
tanpa pikir panjang aku langsung ke rumah dia. lalu aku jalan pada menjelang magrib ke rumahnya. pada saat sampai ke rumahnya aku sangat merasa asing berada disini. anjing golden dia pun tidak ada. dan aku tidak melihat ayahnya. aku hanya melihat kakaknya yang sangat cantik yang baru masuk kuliah dengan pacarnya. kita mengobrol sebentar dan aku tidak menanyai tentang ayahnya.

dan aku melihat sahabatku sedang di tangga turun kebawah dengan muka yang penuh luka, sampai aku tidak mengenalinya. tetapi dia masih memiliki wajah tampan karena mata dia yang selalu berbinar dan dia tersenyum lagi dengan bibir tipisnya. dia turun ke bawah dengan kaki kiri diangkat dan memakai perban, serta menggunakan tongkat dan dibantu oleh ibunya. dia menghampiri ku dan dia ajak aku keluar, ke halaman rumahnya.

aku tidak merasa canggung di dekatnya. tetapi dia lebih banyak diam dan dia tidak ingin bicara banyak tetapi aku tahu ada sesuatu hal yang dirahasikan dan dia sulit untuk mengatakan seolah-olah dia menutupinya. dia hanya menceritakan pada saat dia kecelakaan.
tiba-tiba dia menahan tangisan. dan menyeritakan sebenarnya. bahwa orangtuanya sudah bercerai. dia menyalahkan dirinya sendiri bahwa penyebab perceraian orangtuanya karena dia, karena masih belum bisa menerima keadaan. dia semakin kacau, dan dia masih memiliki penyakit. pacarnya tidak peduli dan hanya memanfaatkan dia. hanya aku teman satu-satunya yang bisa menerima dan mendengar ceritanya, lagian dia hanya berani menceritakan kondisi dia yang hancur hanya padaku saja. dia pun meminta maaf apa yang telah dia perbuat sama aku selama ini. dia jarang menemui aku, dan dia menganggapinya bahwa dia bukan sahabat yang baik. dia berpikir kalau dia datang ke pada aku hanya ada butuhnya saja. gak aku sangka beban dia cukup berat dengan masalah-masalahnya, sebagai sahabat aku hanya berdoa dan mendukung agar dia tetap semangat dan tidak sedih lagi.

lagi-lagi kita gak ketemu setelah kejadian malam itu, dan sangat lama sekali kita gak pernah ketemu. walaupun aku sudah memiliki pacar, aku sangat merindukan sahabatku itu. bahkan dia pindah rumah pun gak memberitahu aku. kemana dia pergi, teganya dia pergi tanpa bilang sebelumnya. ya benar dia hanya membutuhkanku saja disaat dia ada masalah! ya sudah aku merelakannya dan aku hanya berdoa agar dia baik-baik saja.
walaupun dia begitu dan mengabaikanku, tapi aku masih tetap sahabatnya sampai sekarang.

gara-gara sebuah laci lalu aku menemukan diary walaupun itu bukan diary barbie ku, ini diary aku beli sejak SMP. diary barbie berwarna pink sudah hilang lenyap entah kemana. gara-gara diary membuat aku ingat padanya.

*****

sekarang aku sedang menjalankan semester akhir dan sedang membuat skripsi. sedih rasanya saat wisuda nanti, aku gak bisa ketemu dia lagi..

aku ingat! terakhir ketemu sekitar dua tahun yang lalu.
dia main ke rumah aku sampai malam. kita ngobrol biasa, ketawa-ketawa, dia cerita tentang pacar barunya dan aku baru putus dengan pacarku. dia sudah berubah pola hidupnya, dia sudah tidak sering sakit lagi, mungkin jangan terlalu capai.

malam yang sangat dingin itu, aku merasa kehangatan disamping dia dan aku sangat merasakan kecanggunggan diantara kita berdua. pada saat itu aku sedang melamun sebentar, di dalam lamunan ku, aku hanya berpikir sejauh-jauhnya jarak kita, selama-lamanya kita gak pernah ketemu, pasti selalu ada jalan kalau kita bisa bertemu lagi di waktu yang berbeda, dan dia selalu datang duluan walaupun dia sudah pergi jauh. seperti kembali lagi ke rumah. iya seperti kita berdua. aku tahu kita memiliki perasaan masing-masing, hampir 14 tahun kita saling kenal. walaupun dia pergi, hati ini menjerit karena aku sangat merindukannya. kita bertemu seolah-olah tidak terjadi apa-apa. tapi di balik itu kita menyimpan sebuah rahasia yang sangat terdalam sampai-sampai kita sulit untuk mengutarakannya. sulit rasanya lama-kelamaan bisa terjadi perasaan yang sangat kuat. aku gak mau persahabatan kita berubah. aku hanya ingin bersikap profesional. teman ya tetap teman. tapi aku tidak bisa menyangkalnya.

astaga tiba-tiba dadaku sesak lalu menangis seketika dan sangat merindukannya, pada saat kejadian 2 tahun yang lalu.
aku selalu ingat dengan kata-kata yang dia ucapkan pada malam yang dingin itu. aku simpan ucapan dia di dalam benakku dan pikiranku. mengingat hal itu aku jad tersenyum sendiri dan air mataku sudah kuusap. aku bahagia sudah kenal dengan dia..

aku tidak banyak berharap lebih. karena aku sudah cukup banyak hal-hal yang menyenangkan dengan dia.
aku selalu merasakan ciuman bibirnya, pelukannya, senyumannya, dan cara dia melihatku terasa nyata sampai sekarang. itu hanya kejadian pada malam itu saja. tapi sayang, walaupun dia sudah bilang perasaannya ke padaku tapi tidak menutupkemungkinan dia tetap tidak bisa jadi milikku, dia sudah menjadi milik Tuhan yang maha kuasa.

(GADISTRIHS)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s