BEST GIFT I EVER HAD

Namaku Ivy, aku meninggal saat hari ulang tahunku ke 15 tahun. Aku merasakan umurku yang ke 15 tahun ini hanya 10 jam saja. Tak adil bagiku. Aku baru saja berulang tahun tetapi Tuhan memanggilku dengan cepat.

Aku belum merasakan surga. Aku hanya berjalan-jalan dan mengelilingi saja hingga tak tahu tujuanku kemana. Aku belum melihat cahaya. Aku benar-benar sendirian disini.
Apakah Tuhan tidak mau kehadiranku di akhirat?
Apakah aku tidak pantas berada di surga?
Apakah Tuhan marah padaku?
Apakah Tuhan memberikan kesempatan untuk melihat orang-orang yang kita sayangi sebelum aku menuju cahaya?
Apakah terlalu banyak dosa-dosaku?
Apakah ada seseorang yang belum ikhlas atas kepergianku?
Apakah aku harus melihat dan mengetahui yang menangisiku?

Aku tidak tahu.

Aku sudah melakukan dan menjalankan perintahmu dan aku sangat bersyukur atas nikmat yang kau berikan.

Tuhan, berikanlah aku cahaya dan jalan yang lurus untuk mencapai surgamu.
sekarang aku tidak merasakan rasa sakit setelah kau mencabut nyawaku dengan rasa sakit yang sangat amat luar biasanya. Tak ada orang satupun yang melihat pada saat ajal menjemput.
kini aku hanya berjalan setapak dan hanya kegelapan yang aku raih. Aku hanya mencari raih.

lalu aku mendengar suara tangisan, dan aku mengikuti suara itu.
ternyata aku melihatnya. benar, kini sudah berbeda dunia. seharusnya aku sudah berada di akhirat, aku tidak mau melihat tangisan mereka.

astaga! aku melihat badanku sendiri dan aku hanya menggunakan kain kafan dan tersenyum. banyak yang hadir dan mendoakanku. serta aku melihat orangtuaku yang aku sayangi. aku akan sangat merindukan mereka.

Tuhan, jagalah orangtuaku dan lindungi mereka. berikan mereka ketabahan atas kepergianku ini. aku tidak sabar untuk menjumpai-mu.

ada bisikan malaikat di telinga kananku dengan sangat jelas. ia hanya berkata, “pulanglah, akan kutunjukkan tempat yang layak untukmu.”

aku pejamkan mata. saat mataku terbuka aku sudah berada di…

janganlah menangis atas kepergianku..
aku tenang
aku bahagia
aku baik-baik saja
aku menikmati mati mudaku

sendainya aku bisa menceritakan keberadaanku sekarang
terimakasih Tuhan, kau telah memberikan hadiah terindah untukku..

(GADISTRIHS)

Advertisements

untitled (unfinished story)

di pagi hari yang tenang dengan kicauan burung tepatnya kicau itu sangat jelas di telingaku. suara angin yang sangat kencang sehingga pohon bergerak dan memuntahkan daun-daun yang sudah rapuh.

ya, hanya rumah pohon lah dimana tempat aku sembunyi untuk menyendiri.
masa kecilku tidak begitu baik walaupun di dalam rumah yang sangat mewah dengan cat berwarna coklat keabu-abuan dan di halaman rumah begitu banyak bunga anggrek, tapi aku lebih nyaman berada di rumah pohon.

saat aku mengunjungi rumah lama ku, rumah pohon itu sudah rapuh dan di halaman rumah banyak rumput liar. seperti rumah hantu. tidak ada kicauan burung lagi dan sangat sunyi sekali. sudah lebih dari 6 tahun rumah itu belum ada penghuninya.

*****

sekarang aku tinggal di apartment mewah dan luas bersama seorang pria bernama James yang berdarah tiongkok dan netherlands, dia lebih tua 7 tahun dari ku, dia seorang pengusaha yang sangat kaya, usahanya ada dimana-dimana bahkan ada di Alabama, Los Angeles, dan Dubai. ayahnya mewariskan perusahaan yang entah apa namanya dan aku tidak peduli.
sudah hampir setahun kita tinggal bersama, tetapi aku selalu sendiri di apartment itu.
aku benar-benar tidak mencintai dia, aku hanya memanfaatkan harta dia. dia selalu memberikan yang aku inginkan. tanpa dia hidupku tidak ada apa-apanya dan aku bahagia dengan hidupku yang sekarang. apa yang aku inginkan pasti terpenuhi. aku tidak bisa hidup sederhana. harta yang berlimpah sudah menguasai di dalam diriku.
mungkin dari kecil orangtuaku sudah memberikan segalanya, tapi keluarga kami tidak harmonis.

*****

usia kehamilanku sudah 4 bulan tanpa seorang ayah. James meninggalkanku.
dia hanya menikmati tubuhku saja. dia pergi jauh dan hanya memberikan apartment, mobil dan uang yang sangat banyak. aku baru mengetahuinya bahwa dia adalah seorang duda. dia memiliki 3 mantan isteri. hubungan dengan ketiga mantan isterinya tidak cukup baik. dan dia sudah memiliki 1 anak, entah itu dari mantan isterinya yang ke berapa.
James bilang kalau dia sangat mencintaiku dan aku juga bilang kepadanya. tapi itu tidak sungguh-sungguh yang aku ucapkan. semuanya palsu. bagaimana bisa aku bisa bercinta dengan orang yang tidak aku cintai selama hidupku.

aku teringat kejadian rumah pohon, aku selalu disana dan sendiri jika orangtuaku bertengkar hebat. ya seperti layaknya di apartment ini, aku hanya sendiri disini.
semakin lama aku disini sendiri semakin saja aku membutuhkan kakakku. Tommy adalah kakak yang sangat baik, pintar dan selalu melindungiku.

semenjak perceraian orangtuaku, kami tinggal hanya bertiga. dengan mama dan Tommy. papa ku memilih untuk pergi dan tinggal di tempat yang lain. perceraian itu berlangsung pada saat aku berumur 13 tahun dan Tommy baru lulus sekolah dan melanjutkannya di perguruan tinggi. mamaku tetap menjalankan usaha sepatu dan berlian yang sudah berjalan 20 tahun.
tetapi lama kelamaan kondisi di rumah masih tetap tidak harmonis. mamaku selalu membawa seorang pria. dia pemabuk dan penggaguran tapi kenapa mama sangat mencintainya.. dia adalah mantan pacar mama ku, aku hanya diam dan jarang sekali komunikasi dengan mamaku. dia tidak peduli dengan aku.

semua keadaan semakin kacau dan menjadi berpengaruh dalam hidupku. Tommy yang dulu selalu menjagaku, yang setia mendengarkan curahanku tapi kemana dia. dia jarang pulang ke rumah dan dia selalu pulang pagi dengan keadaan teler. mama sangat mengacuhkannya. kuliahnya mulai berantakan dan terancam drop out. dia sama sekali tidak cerita apa yang sebenarnya.
suatu ketika aku sangat marah padanya, karena aku merasa diasingkan dan saat itu aku sedang berulangtahun yang ke 16 tahun. Tommy hanya memberikan aku sebuah kekecewaan. dia meminta maaf, tapi aku tidak memaafkannya.

siang menjelang sore, Tommy tidak keluar dari kamarnya. aku curiga, aku takut. lalu aku masuk ke kamarnya yang sangat berantakan dan musiknya sangat sekarang.
aku melihat Tommy tergeletak di karpet, kupikir dia sengaja tidur disitu, saat aku menghampirinya ada busa keluar dari mulutnya, mata yang terbuka setengah dan sudah tidak bernafas lagi. aku teriak histeris. dia meninggal di umur 22 tahun karena over dosis dan tepat dipelukanku. aku menyesal tidak memaafkannya. tanganku bergetar. aku menangis tiada henti. aku mencium keningnya. berharap dia kembali lagi. hanya Tommy yang aku sayang. aku benci sekali dengan orangtuaku!

*****

dengan mengingat semua itu aku hanya bisa menangis dan memegang perutku. aku sudah sangat merasa kesepian di apartment ini. aku butuh seseorang yang bisa menerima aku dengan keadaan seperti ini.
semenjak Tommy meninggal, aku dan mama pindah rumah. mama akhirnya menikah dengan mantan pacarnya, dia jadi ayah tiri ku. tapi aku gak betah berada di rumah yang baru dengan ke hadiran orang lain yang sangat aku benci. aku memutuskan pergi dari rumah saat aku berumur 19 tahun. lalu aku bertemu James, dulu dia adalah seniorku. dia menyukaiku karena dia melihat penampilanku yang sangat cantik hingga tinggal bersama, dan sekarang dia meninggalkanku. tapi aku cukup lega dengan kepergian dia.
dan membuat aku terasa aneh bahwa papa sudah menikah dengan perempuan yang umurnya 22 tahun diatasku 1 tahun. dunia ini benar-benar sudah gila!

*****

TO BE CONTINUED

My First Diary is You

duh! sudah pukul 2.16 aku masih belum bisa tidur! iya sudah 4 hari ini aku gak bisa tidur. biasanya aku tidur jam 22.00..

entah kenapa aku tiba-tiba membuka laci di kamarku ternyata di laci ada album foto, dan aku melihat ada album foto masa kecilku waktu bareng sama teman-teman. jadinya sekarang aku mau ngubek masa lalu dulu nih, masa lalu yang menyenangkan dan itu kejadiannya 14 tahun yang lalu. yaaa, waktu itu aku masih duduk di bangku SD. aku melihat foto dengan teman kecilku sedang liburan, di sekolah, saat ulangtahunku.
masa kecil aku benar-benar menyenangkan! dan aku punya geng juga. kemana ya ke lima teman ku yang lainnya.. semoga mereka baik-baik saja!

jadi ingat, kalau aku ulang tahun pasti dirayain. yang aku ingat hal paling berkesan pada kelas 4 SD saat aku berjalan ke kelas dengan pakai seragam muslim dan tas betty boop di hari jumat.
saat aku masuk kelas mereka langsung nyanyi dan di blackboard ada tulisan “HAPPY BIRTHDAY FOR OUR BESTFRIEND!” walaupun sederhana tapi sangat berkesan sekali, mereka sangat antusias. dan aku pasti selalu ingat sama moment itu.
lalu aku merayakannya di rumah, teman-teman pada datang semuanya dan kasih kado.

*****

hmm… aku lihat di laci ada buku diary. aku jadi ingat waktu ku ulang tahun ada kado yang menurut aku spesial sekali.
dia kasih buku diary barbie dan warna pink. aku senang sekali temanku kasih diary barbie, dan itu pertama kalinya aku punya diary.
waktu kecil aku suka sekali sama barbie. aku banyak koleksi barbie. karena aku suka memainkan barbie dengan dialogku sendiri, dan itu sangat menarik. hingga aku dewasa koleksi barbie ku masih ada dan di simpan. aku gak mau buang atau kasih barbie ku ke yang lain, ya itu sejarah ku pada masa kecil.

*****

diary itu dikasih sama sahabatku..
dia bisa di bilang laki-laki terganteng di kelas ku dengan kulit putih, ada lesung pipi, bibir tipis, hidung mancung, aku suka dengan mata dia yang penuh kesedihan, tapi senyuman dengan bibir tipisnya itu membuat banyak yang menyukai dia.

aku kenal dia semenjak kita pertama sekolah tepatnya dia duduk di depan dan 6 tahun kita sekelas. tak bisa dipungkiri kedekatan kita karena kita selalu pergi dan pulang bareng dengan menggunakan sepeda kumbang dan dia menggunakan sepeda BMX. rumah aku sama dia hanya beda 2 blok. orangtua kita sudah saling kenal dan sangat akrab sekali.
dia sering main ke rumahku, aku pun sebaliknya. diantara dengan teman-teman yang lain aku sangat dekat dengan dia. bahkan kita pun pernah main barbie dan masak-masakan, seolah-olahnya dia menjadi koki. setiap aku main ke rumahnya aku main sama anjing golden nya yang bernama Flo.
hal itu sangat paling menyenangkan main setiap hari sama dia. walaupun aku punya geng juga. teman-temanku selalu iri dengan kedekatan ku dengan dia, dan ternyata salah satu temanku menyukai dia. aku gak nyangka itu bisa terjadi dan temanku berusaha merenggangkan pertemanan aku dengan dia. tapi itu tidak berjalan lama. mungkin karena masih kecil, pikiran kita belum sejauh orang dewasa. malahnya, kita selalu diejek kalau kita itu cocok. aku senang mendengarnya.

tapi, setiap aku main dengan dia, aku memikirkan hal yang aneh. apakah ketika dewasa, dia masih sahabatku? atau sampai lulus SD dia selalu di sampingku? kedengarannya sedih, tapi itu akan jadi kenyataan.. apakah dia akan masih bertahan hidup? iya, dia menderita sakit paru-paru basah dan lemah jantung. untuk umur dia yang masih sangat muda dan belum menginjak masa remajanya sudah sakit separah ini. tapi dia tidak pernah mengeluh dan dia menunjukkan kalo dia baik-baik saja. aku gak pernah menangis kalau dia sakit. aku cukup menghiburnya dan dia senang kalau disampingku. tapi aku hanya panik kalau penyakit dia kambuh lagi. dia jarang sekali masuk sekolah. aku tidak pernah melewatkan untuk menjenguk dia.

semenjak lulus, kita melanjutkan ke SMP. kita beda sekolah, dan aku sudah jarang bertemu dia. tidak sesering dulu. kita punya kehidupan berbeda. tapi waktu kelas 2 SMP dia main kerumahku tanpa bilang sebelumnya, aku senang sekali kita bisa ketemu lagi. tapi semenjak itu, dia belum kembali lagi sampai aku kelas 1 SMA. walaupun rumah kita hanya 2 blok, kita gak pernah ketemu. aku khawatir dengan penyakitnya.

seminggu aku berada di SMA, saat aku sedang di sekolah siang hari dan kebetulan pulangnya sore. tiba-tiba ada telepon dari nomer yang tidak aku ketahui dan tidak kontaknya. seorang wanita bicara padaku dengan suara pelan dan menanyai kabarku. ternyata dia ibunya sahabatku. dia memberitahukan bahwa dia kecelakaan.
tanpa pikir panjang aku langsung ke rumah dia. lalu aku jalan pada menjelang magrib ke rumahnya. pada saat sampai ke rumahnya aku sangat merasa asing berada disini. anjing golden dia pun tidak ada. dan aku tidak melihat ayahnya. aku hanya melihat kakaknya yang sangat cantik yang baru masuk kuliah dengan pacarnya. kita mengobrol sebentar dan aku tidak menanyai tentang ayahnya.

dan aku melihat sahabatku sedang di tangga turun kebawah dengan muka yang penuh luka, sampai aku tidak mengenalinya. tetapi dia masih memiliki wajah tampan karena mata dia yang selalu berbinar dan dia tersenyum lagi dengan bibir tipisnya. dia turun ke bawah dengan kaki kiri diangkat dan memakai perban, serta menggunakan tongkat dan dibantu oleh ibunya. dia menghampiri ku dan dia ajak aku keluar, ke halaman rumahnya.

aku tidak merasa canggung di dekatnya. tetapi dia lebih banyak diam dan dia tidak ingin bicara banyak tetapi aku tahu ada sesuatu hal yang dirahasikan dan dia sulit untuk mengatakan seolah-olah dia menutupinya. dia hanya menceritakan pada saat dia kecelakaan.
tiba-tiba dia menahan tangisan. dan menyeritakan sebenarnya. bahwa orangtuanya sudah bercerai. dia menyalahkan dirinya sendiri bahwa penyebab perceraian orangtuanya karena dia, karena masih belum bisa menerima keadaan. dia semakin kacau, dan dia masih memiliki penyakit. pacarnya tidak peduli dan hanya memanfaatkan dia. hanya aku teman satu-satunya yang bisa menerima dan mendengar ceritanya, lagian dia hanya berani menceritakan kondisi dia yang hancur hanya padaku saja. dia pun meminta maaf apa yang telah dia perbuat sama aku selama ini. dia jarang menemui aku, dan dia menganggapinya bahwa dia bukan sahabat yang baik. dia berpikir kalau dia datang ke pada aku hanya ada butuhnya saja. gak aku sangka beban dia cukup berat dengan masalah-masalahnya, sebagai sahabat aku hanya berdoa dan mendukung agar dia tetap semangat dan tidak sedih lagi.

lagi-lagi kita gak ketemu setelah kejadian malam itu, dan sangat lama sekali kita gak pernah ketemu. walaupun aku sudah memiliki pacar, aku sangat merindukan sahabatku itu. bahkan dia pindah rumah pun gak memberitahu aku. kemana dia pergi, teganya dia pergi tanpa bilang sebelumnya. ya benar dia hanya membutuhkanku saja disaat dia ada masalah! ya sudah aku merelakannya dan aku hanya berdoa agar dia baik-baik saja.
walaupun dia begitu dan mengabaikanku, tapi aku masih tetap sahabatnya sampai sekarang.

gara-gara sebuah laci lalu aku menemukan diary walaupun itu bukan diary barbie ku, ini diary aku beli sejak SMP. diary barbie berwarna pink sudah hilang lenyap entah kemana. gara-gara diary membuat aku ingat padanya.

*****

sekarang aku sedang menjalankan semester akhir dan sedang membuat skripsi. sedih rasanya saat wisuda nanti, aku gak bisa ketemu dia lagi..

aku ingat! terakhir ketemu sekitar dua tahun yang lalu.
dia main ke rumah aku sampai malam. kita ngobrol biasa, ketawa-ketawa, dia cerita tentang pacar barunya dan aku baru putus dengan pacarku. dia sudah berubah pola hidupnya, dia sudah tidak sering sakit lagi, mungkin jangan terlalu capai.

malam yang sangat dingin itu, aku merasa kehangatan disamping dia dan aku sangat merasakan kecanggunggan diantara kita berdua. pada saat itu aku sedang melamun sebentar, di dalam lamunan ku, aku hanya berpikir sejauh-jauhnya jarak kita, selama-lamanya kita gak pernah ketemu, pasti selalu ada jalan kalau kita bisa bertemu lagi di waktu yang berbeda, dan dia selalu datang duluan walaupun dia sudah pergi jauh. seperti kembali lagi ke rumah. iya seperti kita berdua. aku tahu kita memiliki perasaan masing-masing, hampir 14 tahun kita saling kenal. walaupun dia pergi, hati ini menjerit karena aku sangat merindukannya. kita bertemu seolah-olah tidak terjadi apa-apa. tapi di balik itu kita menyimpan sebuah rahasia yang sangat terdalam sampai-sampai kita sulit untuk mengutarakannya. sulit rasanya lama-kelamaan bisa terjadi perasaan yang sangat kuat. aku gak mau persahabatan kita berubah. aku hanya ingin bersikap profesional. teman ya tetap teman. tapi aku tidak bisa menyangkalnya.

astaga tiba-tiba dadaku sesak lalu menangis seketika dan sangat merindukannya, pada saat kejadian 2 tahun yang lalu.
aku selalu ingat dengan kata-kata yang dia ucapkan pada malam yang dingin itu. aku simpan ucapan dia di dalam benakku dan pikiranku. mengingat hal itu aku jad tersenyum sendiri dan air mataku sudah kuusap. aku bahagia sudah kenal dengan dia..

aku tidak banyak berharap lebih. karena aku sudah cukup banyak hal-hal yang menyenangkan dengan dia.
aku selalu merasakan ciuman bibirnya, pelukannya, senyumannya, dan cara dia melihatku terasa nyata sampai sekarang. itu hanya kejadian pada malam itu saja. tapi sayang, walaupun dia sudah bilang perasaannya ke padaku tapi tidak menutupkemungkinan dia tetap tidak bisa jadi milikku, dia sudah menjadi milik Tuhan yang maha kuasa.

(GADISTRIHS)

Expanding the Emirates Lit Festival Throughout the Year

Arabic Literature (in English)

The Emirates is expanding its interest in books and writing yet further with the establishment of the Dubai International Writers’ Centre. Mohga Hassib visited:

By Mohga Hassib

Photo credit: Mohga Hassib. The new Dubai International Writers’ Centre. Photo credit: Mohga Hassib.

The Emirates Literature Festival, which takes place in Dubai each March, has just gone “year-round” with the opening of the Dubai International Writers’ Centre (DIWC) late last year.

The festival, now in its seventh year, will take place this year from March 3 to 7 with a “Wonderland” theme. Festival-goers are meant to lose themselves into the different characters and places in the worlds of books. The festival will offer an array of family-focused events, catering to both adults and children. It will host international writers who will deliver talks and conduct workshops in mostly dual Arabic-English sessions.

The new centre will also balance Arabic and English events.

“Our aim is always to keep equal…

View original post 679 more words

Nostalgia Hotel Des-Indes

ini ada saboeah lagoe romantis kisah dari saoerang priboemi, jaitoe student jang verlief dengen satoe perempoean, jang siapa dengen berkebetoelan dia djoempai di Hotel Des-Indes

namoen sajang itoe pemodea kutjiwa, kerna dia poenja maoe terloepoet. semoga lagoe ini dapat menghiboer hati sekalian pendenger

tempo sore berbintang di atas kota kupigi ke Hotel Des-Indes. di dalemnja ada soeatoe pesta-ria, sajang koe datang sendirian. sa-sloky wishkey koe tegoek nikmat di saloonja Hotel Des-Indes.

satoe perempoean apik dandanannja, tersenjoem padakoe maloe-maloe. koe terpesona tiada berkata, memandeng se antero doenia. kepingin nanja siapa namanja, adoeh dioeber-oeber dia terliwat.

di itoe pesta nona asjik berdansa dengan dia poenja boy friend. achirnja dapet koe taoe siapa dia, roepanja putri resident.

koe taoe ia pun verlief padakoe kerna melirik teroes dengen tersenjoem. hanja sampe disitoe kerna sitoeatsi begitoe.

akoe ta’ moengkin mendapatkannja, nu bek ik minder ik ben een inlander

kapankah oost indie djai merdika harepan oerang priboemi. loepoetlah sudah nona idaman, maka akoe sendirian.

GSP.